media-pressindo
Tetralogi Perang Jawa 2 : Zaman Kalabendu dan Harapan Munculnya Ratu Adil
Tetralogi Perang Jawa 2 : Zaman Kalabendu dan Harapan Munculnya Ratu Adil
Couldn't load pickup availability
Kisruh di dalam istana Yogyakarta semakin rumit. Kedaulatan negara semakin lemah oleh tekanan politik Inggris dan Belanda. Disusul tindakan ‘menjual negara’ yang dilakukan beberapa oknum bangsawan. Disempurnakan oleh datangnya bencana alam, pagebluk, dan paceklik. Jawa memasuki Zaman Kalabendu.
Dalam keprihatinan, Residen dan kroninya justru semakin edan, diikuti beberapa pejabat penting istana yang tak kalah gilanya. Diponegoro memilih menyingkir, tidak mau terlibat dalam kegiatan Keraton yang sudah tidak sejiwa dengan kesantriannya. Popularitas Diponegoro makin besar, para santri berdatangan ke istana kecilnya di Tegalrejo, yang membuat Belanda merasa terancam.
Berbagai pancingan dilakukan Belanda, tujuannya membuat Diponegoro marah dan berbuat makar. Pancingan itu berhasil. Diponegoro harus ditangkap dan dihukum.
Dalam novel kedua Tetralogi Perang Jawa ini, kegaduhan politik istana semakin besar. Skandal memalukan juga banyak terjadi. Di sisi lain, Diponegoro kian larut dalam perjalanan sufistik kejawaannya. Hingga berujung pada drama penangkapan yang menandai dimulainya Perang Jawa.
Penerbit Narasi
15 x 23 cm, 368 hlm
Share
