media-pressindo
Pria yang Hidup dalam Cangkang
Pria yang Hidup dalam Cangkang
Couldn't load pickup availability
Di dunia Anton Chekhov, manusia hidup berdampingan dengan ketakutan, kepura-puraan, cinta yang tak selesai, dan kesedihan yang nyaris tak pernah terucapkan. Tokoh-tokohnya tampak biasa—guru, kusir, pegawai, perempuan kesepian, anak kecil—namun di balik kehidupan sehari-hari mereka, tersembunyi pergulatan batin yang begitu getir dan manusiawi.
Pria yang Hidup dalam Cangkang menghimpun cerpen-cerpen terbaik Chekhov yang tajam, tragis, sekaligus menyentuh. Dalam “Sang Wanita dan Anjingnya”, cinta hadir sebagai luka yang tak bisa dihindari. Dalam “Duka”, kesedihan menjadi begitu sunyi hingga tak seorang pun mau mendengarnya. “Vanka” menghadirkan kepolosan seorang anak kecil yang perlahan dihancurkan kenyataan hidup, sementara “Bunglon” dan “Antagonis” memperlihatkan wajah manusia yang mudah berubah di hadapan kuasa dan kepentingan.
Dan di tengah semuanya berdiri “Pria yang Hidup dalam Cangkang”—kisah tentang manusia yang memilih bersembunyi dari dunia, hidup dalam ketakutan, aturan, dan tembok yang ia bangun sendiri. Sebuah potret yang terasa semakin dekat dengan kehidupan modern hari ini.
Dengan gaya yang sederhana tetapi menghunjam, Chekhov menunjukkan bahwa tragedi terbesar manusia sering kali tidak datang melalui perang atau kematian, melainkan melalui hidup yang perlahan kehilangan keberanian, cinta, dan makna.
Kumpulan cerpen ini adalah suara lirih tentang manusia—rapuh, kesepian, lucu, menyedihkan, namun tetap berusaha bertahan di tengah hidup yang tak pernah benar-benar ramah.
Penerbit Narasi (Imprint Media Pressindo)
13 x 19 cm, x + 150 hlm
Share
