Skip to product information
1 of 1

media-pressindo

Pingkan Matindas

Pingkan Matindas

Regular price Rp 100.000,00 IDR
Regular price Sale price Rp 100.000,00 IDR
Sale Sold out

“Tuhan, lindungi Pingkan dari rayuan dunia. Biarkan hatinya tetap terikat pada cinta sederhana Matindas, bukan karena kilauan harta yang sementara,” doa itu terucap perlahan, sebuah harapan yang rapuh di tengah gelombang kecemasan.

Ia membuka matanya. Lautan terhampar luas, tantangan di depannya jelas terlihat. Namun, tantangan terbesar Matindas bukanlah ombak atau badai, melainkan perjuangan melawan perasaan rendah diri yang mengikis keyakinannya terhadap cinta Pingkan.

 

Sulawesi Utara, Abad ke-17. Jauh sebelum bayang-bayang kompeni menjamah Nusantara, tanah Minahasa adalah palagan bagi keserakahan dan penaklukan tanpa henti. Di tengah kekacauan antar-suku yang brutal, sepasang kekasih berdiri teguh menantang arus zaman.

Pingkan dan Matindas. Bagi mereka, cinta bukan sekadar rasa, melainkan bentuk pemberontakan tertinggi. Di dunia yang memuja kekuasaan, mereka memilih kemiskinan dan bahaya demi tetap bersama. Namun, kecantikan Pingkan yang melegenda justru memicu obsesi gelap seorang Raja yang berkuasa—sebuah ancaman yang menguji batas kesetiaan hingga ke titik penghabisan.

"Lebih baik mati dalam pelukan kejujuran, daripada hidup dalam kemegahan tirani."

Meski perjalanan mereka harus dibayar dengan pengorbanan yang memilukan, darah mereka tak tumpah sia-sia. Dari pengorbanan itulah, persatuan rakyat Minahasa berakar dan tumbuh.

Bukan sekadar cerita rakyat, ini adalah kisah tentang cinta yang berhasil menghentikan perang berabad-abad. Sebuah monumen kesetiaan yang tetap berdiri tegak di Kota Manado hingga hari ini, membuktikan bahwa ada sesuatu yang jauh lebih abadi daripada mahkota: janji yang tak terbagi.

 Penerbit Narasi

14 x 20 cm, iv + 382 hlm

View full details